Sudah lama aku mengamati dunia ini, ingin
sesekali aku pergi ke sana "Dunia Manusia". Itu yang ku inginkan,
namun mengapa banyak sekali "Manusia" yang ingin keatas sini?
Entahlah aku bingung, meskipun menurut kitab aku ini dibuat untuk patuh kepada
Sang Pencipta.
Pernah sesekali aku bertanya kepada kawanku
"Hai kawan, bagaimana pekerjaanmu disana?" Kataku
"Pekerjaan yang mengerikan kawan, tapi
aku harus patuh dan mengerjakan pekerjaan ini hingga akhirdunia dan makhluk nanti" jawabnya.
"Seperti apa dunia sana?" Tanyaku lagi "Buruk" jawabnya
singkat.
Karena terdorong rasa
penasaranku, aku pun meminta kepada Sang Pencipta untuk membolehkanku turun ke sana. Dia membolehkanku pergi, tapi dengan syarat harus mencari
cara sendiri untuk kembali
kesini. Aku sangat gembira, meskipun itu berkebalikan dengan tugasku.
Akupun turun, dientah-berantah karena ini pertamakalinya aku
kesini "Dunia Manusia" Pertama aku mengamati, lalu aku berjalan Tunggu? Aku berjalan? Lalu kutengok
kebelakang, ternyata sayapku hilang!! Mungkin ini yg dimaksud Sang Pencipta
mencari cara sendiri untuk kembali ke sana. Masa bodo, itu pikirku. Tenyata aku
sudah terlena oleh dunia ini, dunia manusia yang penuh gemerlap-gemerlip yang
membuatku buta mata dan hati. Kupikir tak ada yang bisa melihatku karena kami
berbeda. Ternyata tidak, ada beberapa "Manusia" yang bisa melihatku
merekapun menawarkan bantuan untukku jika ingin kembali ke sana lagi. Lalu
kujawab "Tidak, tetapi mungkin nanti aku akan memnita batuan kepada kalian
para manusia" "Baiklah, jika kau ingin meminta bantuan kau tau harus
pergi kemana" jawabnya Akupun pergi meninggalkan mereka.
Mereka terlihat
aneh, tidak seperti manusia pada umunya. Mereka menggunakan penutup kepala
runcing dengan gambar satu mata ditengah-tengahnya. Beberapa bulan didunia
manusia ternyata aku sudah bosan, dan ingin kembali ke atas sana. Aku rindu
tugasku, aku rindu Sang Pencipta.
Pertama aku meminta, memohon kepada Sang Pencipta untuk mengembalikanku kesana
tapi permintaanku ditolak. Karena aku sudah berjanji untuk kembali ke sana
dengan caraku sendiri. Dengan putus asa akupun mendatangi orang-orang yang
pernah aku temui, orang-orang dengan penutup kepala runcing dengan gambar satu
mata ditengahnya. Merekapun menyetujuinya, dan berniat membantuku untuk kembali
ke sana. Lalu mereka segera menyiapkan segalanya, ada cairan kental berwarna
merah pekat, tanda segitiga terbalik, lalu ada sesuatu seperti tanda +
terbalik. Mereka mulai membaca ayat" yang tak kumengerti dan tiba-tiba
semua gelap.
Saat aku bangun, ternyata aku terkurung!! Didalam barang berbentuk
segitiga, ternyata mereka menjebakku bukan menolongku. "Hey kalian,
keluarkan aku!!" Bentakku dari dalam barang tersebut. Mereka malah
menyeringai dan berkata "Selamat datang didunia manusia, HAHAHAHA"
jawabnya dengan tawa melengking "Peraturan pertama didunia ini, jangan
percaya kepada omongan orang asing, kedua berusahalah semampumu, ketiga KAU
SUDAH TERJEBAK DIDALAM PERANGKAP KAMI, TAK ADA JALAN KELUAR!!" Ternyata mereka
memanfaatkanku, menyerap seluruh energi kehidupanku sampai habis lalu
membunuhku.
Kini tinggal penyesalan yang ada dikepalaku. "Bodohnya
aku,terlena karena gemerlap-gemerlip dunia ini. Sang Pencipta, tolong aku"
Jawaban mengerikanlah yang aku dapat, kau adalah makhluk gagal enyahlah. Kau
sudah kubuang!! Tak ada gunanya kau kemari, kau hanya akan menodai tempat suci
ini. Aku memang pantas disebut gagal, karena telah melalaikan tugasku untuk
menyembah-Nya. Aku sudah dibuang, aku kini menjadi makhluk rendah, lebih rendah
dari mereka "Manusia" makhluk licik yang tak tau diri!! Sekarang
giliranmu, untuk menggantikanku disini. Diamlah disana dan aku akan menemuimu
tepat tengah malam nanti. HAHAHAHAHA!!!!
Write by Valen hergi prasetyo
Komentar
Posting Komentar