AKU
Pada setapak jalan yang kosong , dengan rinai
hujan yang berderas. Aku sendiri.
Jiwa dan raga ku terguyur hujan masa lalu. dan , hujan itu semakin membesar
hingga badai cinta menerpaku. Menyakitkan. Sungguh
menyakitkan. Ini badai cinta. Bukan cinta di dunia kalian yang begitu penuh romance dan kebahagiaan. Lalu , tsunami rindu menghantam hati
dan pikiranku. Ini bukan sekedar rindu. Bukan pula rindu yang dengan mudahnya kalian ungkapkan
kepada seseorang lalu
bertemu dan dengan begitu rindu yg menyesakkan itu telah sembuh. Ku
ingatkan lagi , ini bukan rindu seperti kalian! Ini tsunami rindu. Musibah tak usai berhenti menghampiriku
atau Mungkin ini yg terakhir kalinya. Ya! Kilat petir menyambarku, menyadarkan ku bahwa CINTA ! RINDU!
HANYA ILUSIKU.
Hiks..hiks..hiks (menangis lirih ,
kemudian bunyi ranting). Haha heyyyy kau ranting! Kau menertawakanku saat ku
sekarat ini? Akan ku patahkan kau seperti hatiku! (mematahkan ranting)
hahahahhahahhahahhahahahahhahahahahhaahahhahah tawa menggema , rasakan kau!
Kau tahu? Aku tahu kau menertawakan
kegilaanku ini, atau bahkan menertawakan penderitaanku ini.
Baguslah, aku tak butuh bela kasihan kalian.
Aku menangis tak kenal tempat. Aku menangis sejadi-jadinya tangisan
termiris, lalu aku terisak-isak. Namun aku heran dengan manusia disekitar-ku
yang tak pernah mendengar dan melihatku menangis. Mereka hanya melihat apa yang
mereka lihat. Mereka tak bisa merasakan apa yang sedang terjadi dengan sosok
yang sedang mereka lihat. Senyum simpulku mengembang. Berusaha memperlihatkan
bahwa aku sedang tidak dalam musibah diatas tadi, tidak sedang menderita , atau
bahkan tidak sedang berada dalam kegilaan. Aku baik-baik saja.
Dan mereka mempercayai keadaanku yang its
fine, its no problem. Haha peran acting ku tak kalah hebatnya dengan aktris Cut
meyriska ,bukan ? . mudah sekali!
Baiklah, ku ceritakan apa
yang sebenarnya terjadi kepada hembusan angin . jangan berkata bahwa aku gila.
Karena hanya kepadaNya dan hembusan angin yang bisa ku percayai. Bukan kalian.
“ Jadi seperti ini, aku tahu bahwa di dunia ini selalu ada cinta. Dan semua
manusia bumi berusaha mendapatkannya dengan cara apapun. Lalu, ketika aku
mengenal dan tidak merasa asing dengan cinta. Ku paksakan diri untuk memulai
cinta , aku pikir dia adalah cinta. Namun, ternyata bukan. Ku coba untuk
menemukan cinta yang sesungguhnya, ku paksakan kembali hati ini untuk
menghadapi cinta , namun ternyata dia bukan cinta. Selalu kucoba , dari yang
kutemukan semua beragam mengenakan topengnya .
Perjalananku menemukan arti cinta
tak pernah berhasil.dia , dia , dia , dia ,dia ,dia ,dia,dia. Aku tahu mereka dia yang baik ,
yang sama-sama ingin tahu apa itu cinta namun yang sama-sama pula memaksakan
cinta. Mereka tak lelah, selalu berusaha dengan gigih. Namun , aku tidak.
aku berhenti
memaksakan cinta berpihak kepadaku. Dan bukan berarti aku sudah tak mempercayai
dengan adanya cinta. Aku hanya lelah, terus tersakiti dan menyakiti dia tanpa
pernah ku tahu bahwa aku telah menyakitinya
. aku hanya tak ingin bila sudah di pertemukan namun harus merasa
kehilangan (kembali) karena cinta. Aku pun tak pernah tahu bawa di sudut bumi
sana , tempat yang tadinya ingin aku singgahi,tempat yang ingin ku jadikan
pelarian dari dunia cinta ternyata ada sosok yang sepertinya sedang menunggu
seseorang.dan aku tak pernah menyadari bahwa seorang yang ia tunggu adalah aku.
Namun , telah terlambat untuk menemuinya. Ia telah lelah, ia yang telah
tersakiti, ia yang telah menanti dengan ketidak kepastian, ia yang telah tegar
dalam penantian. Ia yang sudah putus asa. Ia yang telah pergi .
Lalu, aku bisa apa? Aku tak bisa
menahannya untuk kembali kepadaku.aku tak ingin memaksakan cinta (lagi).
Kini, aku yang
tersudut diujung bumi , yang sedang menyesali permainan cinta . terlalu banyak
perngorbanan dan dikorbankan dalam permainan ini,tiada lain ya perasaan. Aku
amat sangat lelah. Dan kini, ku dirikan pondasi terkuat untuk membiarkan cinta
datang dengan sendirinya . aku tak mengharapakannya datang.tetapi, ia datang
padaku dengan sendirinya. “
Jangan bilang aku bodoh , aku norak , ataupun aku gak gaul. Hanya karena
tak mempunyai dia ,seperti yang kau bawa di setiap pesta, tempat wisata atau bahkan mall . sebenarnya kau yang terlalu
bodoh. Untuk apa membawa cinta yang tanpa kepastian itu ? hahahaha
Hembusan angin
tiba-tiba berhenti. Mungkin , ia malu
padaku. Hey manusia bumi yang tengah bersama cinta yang tanpa kepastian!
Apa kau tak malu dengan pertanyaan yang ku sudutkan ? lihatlah. Makhluk alam
pun tertunduk malu.
Bukannya aku
menyalahkan kalian , atau cinta kalian. Tapi aku pun tak menyalahkan diriku
atas dasar cinta. Apalagi menyalahkan takdir sang kuasa , laknat kau! Haha
Selamat datang,
selamat bertemu , sampai jumpa kembali
di masa depan , cinta .
Komentar
Posting Komentar