Dari Langit ke Bumi


Alkisah, di istana langit hiduplah seorang Ratu Bidadari. Ia memiliki 7 anak bidadari . Para bidadari cantik,lembut, nan suci.

  Pada suatu hari , salah satu bidadari sedang mengelilingi istana langit. Tiba-tiba ia melihat sebuah lubang,ia menghampirinya dan melihat bahwa terdapat sebuah kehidupan lain selain dirinya. Timbul rasa penasaran di relung hati dan pikiran ya, ia pun memutuskan untuk bertanya kepada sang ratu.

Bidadari : "Duhai sang ratu,baru saja aku mengelilingi istana ini dan aku mendekati sebuah lubang.ketika aku lihat di dalamnya terdapat sebuah kehidupan lain. Apakah kehidupan lain itu sama seperti kita?"tanyanya penuh penasaran.

Ratu:"anakku sayang, iya memang benar adanya kehidupan lain.kdehidupan itu adalah bumi.yang menghuninya adalah manusia"jelasnya.

Bidadari:"apakah mereka memiliki sayap seperti kita ratu?"

Ratu:"tidak,mereka tidak memiliki sayap.mereka tidak bisa terbang".

Bidadari:"sepertinya menarik , ratu. Bolehkah aku berkunjung ke tempat itu?''

Ratu:"sungguh kau ingin kesana?"

Bidadari:"iya , ratu".

Ratu:"baiklah , kau boleh berkunjung ke bumi . Namun, sebelumnya kau harus menjelma menjadi manusia 
bumi dahulu.menyimpan sayapmu".

Bidadari:"baiklah ratu.terimakasih"

Bidadari itupun menjelma menjadi manusia bumi yang sangat cantik . Lalu ia turun ke bumi,melihat rupa rupa disana. Mengelilingi satu tempat ke tempat lainnya.
  
    Ketika ia sedang menikmati kehidupan asingnya, ia melihat sosok pria yang membuat bola matanya enggan untuk berkedip. Hatinya tiba-tiba timbul sebuah getaran aneh yang baru dialaminya."mungkin inilah yang namanya cinta?" tanyanya dalam benaknya. Lalu,tanpa tersadar pria itu menatap bola mata bidadari dengan tatapan yang sama.kontak hati mereka mulai tersambungkan.setelah saling bertatap rasa keduanya saling mengenal,saling berbagi. Ketika langit mulai memancarkan jingganya.bidadari itu pun kembali ke istana.
         Hari-hari selanjutnya , bulan-bulan terus menyambung dalam urutannya. Bidadari itu menjadikan kunjungan ke bumi sebagai rutinitas kehidupannya. Terlebih menemui pria itu pun menjadi kebutuhannya.
    
Malam hari, saat langit menghitam yang terhiasi oleh pijarnya sang bintang. Bidadari itu menghampiri sang ratu, untuk membicarakan  sesuatu yang menjadi rutinitas dan kebutuhan hidupnya yaitu pria bumi itu.

Bidadari : "(menghampiri,ratu dengan mental yang kecil).Duhai ratu,bolehkah aku bertanya tentang 1 hal?"

Ratu : "boleh,anakku.apa yang ingin kau tanyakan?"

Bidadari : " apakah para bidadari boleh mencintai makhluk bumi?"

Ratu : "apa?mencintai makhluk bumi? Perbedaanya tampak sekali,sayang..."

Bidadari : "Namun,ia baik ratu.Hatinya seperti malaikat. Pengorbanannya tak kenal nyawa,semangatnya sangat membara".

Ratu : "seperti itukah makhluk bumi?"tanya ratu.

Bidadari : "lelaki yang ku temui memang seperti itu ratu, jadi apakah boleh aku menjadikan ia pendambing hidupku?" (tanyanya penuh harap).

Ratu : "boleh. Namun kau tak boleh membawanya ke dalam istana ini. Dan resiko yang harus kau terima adalah jika kau hidup bersamanya maka kau akan menjadi manusia bumi yang abadi." ujarnya.

Bidadari : " (terkejut dan merasa bingung).apakah ada pilihan lain,ratu?"

Ratu : "tidak ada. Jadi cobalah kau pikirkan terlebih dahulu. Ungkapnya penuh kebijakan.
Ratu bidadari memberi waktu kepada untuk berfikir.
  
     Esoknya, perasaan bidadari itu berkecamuk tak menentu. Seperti raganya tertinggal entah dimana.hari-hari berikutnya semakin tak beraturan . Perasaan cintanya begitu kuat. Tanpa kehadiran pria itu, ia merasa seperti hidup tanpa jiwa. Lalu,ia putuskan untuk memilih bertunduk pada perasaanya dan menerima resikonya.

Bidadar i: " ratu...."(gugup)

Ratu : "ya,bagaimana keputusanmu?"

Bidadari : " aku...aku tak bisa hidup tanpa ragaku,ratu. Jiwaku seorang bidadari. Namun,jiwaku membutuhkan ragaku yang berada dibumi. Jadi,kuputuskan untuk menjadi manusia seutuhnya. Dan selamanya meninggalkan istana ini".ujarnya

Ratu : "(dengan berat hati) baiklah. Namun ada sedikit peluang kau bisa kembali ke istana ini.ketika kau tak lagi bisa bernafas di bumi. TempaT ini akan selalu menjadi tempat kau pulang, dengan doa anakmu kelak."

Bidadari : "benarkah ratu? Namun aku masih belum mengerti apa yang dikatakan ratu tadi?"

Ratu : "iya sayang. Biarkan waktu yang akan membuatmu mengerti."

Bidadari : "baiklah, terimakasih ratu."
   
bidadari pun memeluk ratu dengan erat, sangat erat.

-pelukan perjumpaan-

Lalu bidadari itu pun menjelma menjadi manusia seutuhnya. Wanita sempurna dengan penuh kelembutan hatinya. Bersemayamlah ia di bumi.merajut cinta dengan pria itu,menjalani dengan penuh keseriusan . Hingga pada waktunya kedua insan itu menyatu dalam sebuah mihrab cinta. Dimana hari itu adalah hari yang paling membahagiakan untuk keduanya. Mereka menikah,,,

 Beberapa tahun kemudian, mereka menjadi keluarga yang sakinah,mawaddah,warahmah. Dengan hadirnya dua orang anak . Jadilah bidadari jelmaan manusia abadi itu dipanggil dengan sebutan 'ibu'

   Ketika anak anak itu berumur 8 tahun, mereka menyukai bidadari yang sering kali diceritakan sang ibu. Hingga pada suatu hari, dimana hari itu adalah hari ibu, anak anak memberikan puisi untuk ibunya yang berjudul

 "Bidadari Duniaku"

Bidadari duniaku ,
Engkau pelita hidupku
Engkau nafasku
Tanpamu aku tak akan mampu bernafas
Engkau penerang langit hitamku
Engkau malaikat tanpa sayapku
Segalanya ku persembahkan untukmu, ibu
Kerutan diwajahmu kini telah tampak
Tergambar jelas semua pengorbananmu
Kasih sayangmu mengabadikan hidupku
Ajaklah aku ke istanamu,bidadariku
Istana yang kerap kau bicarakan itu
Diatas bumi,tepat dilangit. Fantastic!
Khayalan yang menajubkan
Aku sayang ibu
Aku tak ingin kehilanganmu ibu
Ibu... Kaulah bidadari duniaku

Setelah mendengar puisi itu, ibu pun menangis haru. Dan memeluk erat kedua anaknya. Pelukkan yang enggan untuk ia lepaskan.
  
    "Duhai ratu, meskipun aku bukan lagi bidadari di istana langitmu. Namun, dibumi ini ada sosok anak kecil yang menganggap aku bidadari. Bidadari dunianya". Benaknya berbicara sembari menatap awan di atas langit yang membentuk senyuman Sang ratu. Lalu memejamkan mata sedalam mungkin. Merasakan sensasi kerinduan yang terpendam selamanya.
  

 

Komentar

Postingan Populer